Jejak Sejarah dan Penguatan Legalitas Yayasan Dharma Susila Yogyakarta

Yayasan Dharma Susila Yogyakarta, sebuah lembaga nirlaba yang memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan karakter berbasis Hindu Dharma, mencatatkan babak penting dalam sejarahnya dengan merampungkan konsolidasi struktur dan penguatan legalitas pada tahun 2021. Proses ini menjadi tonggak utama yang menjamin kesinambungan misi Yayasan pasca-dinamika internal.

Yayasan Dharma Susila secara resmi didirikan dan Anggaran Dasarnya pertama kali dicatatkan pada 12 Januari 2015 (Nomor 01). Sejak awal, lembaga ini telah berdedikasi menjadi wadah formal untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan di Yogyakarta. Dalam perjalanannya, Yayasan menghadapi tantangan struktural yang menuntut penyesuaian.

Berdasarkan notulen rapat yang tersedia, pada 22 Oktober 2020, Badan Pembina Yayasan menggelar rapat di Gedung Santi Sasana Pura Jagatnatha Banguntopo, Kabupaten Bantul. Agenda utama rapat tersebut adalah penentuan perubahan Organ Yayasan. Perubahan ini krusial untuk mengisi kekosongan jabatan, yang salah satunya disebabkan oleh wafatnya beberapa anggota Pembina seperti Made Murdika dan Ida Bagus Nyoman Puja.

Keputusan untuk memperbarui organ segera ditindaklanjuti dengan proses hukum. Perubahan data dan susunan organ Yayasan kemudian disahkan melalui Akta Notaris Nomor 03, tertanggal 22 Februari 2021. Legalitas pembaruan ini dikukuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sehari setelahnya melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (SK Menkumham RI) Nomor AHU-AH.01.06-0014426, tertanggal 23 Februari 2021. Penguatan legalitas ini memastikan bahwa Yayasan dapat beroperasi dengan tata kelola yang akuntabel.

Hingga saat ini, Yayasan Dharma Susila yang berkedudukan di Kabupaten Bantul, dengan Sekretariat aktif di kompleks Pura Jagat Natha “Banguntopo”, terus menjalankan misi utamanya. Konsolidasi pada 2021 menegaskan komitmen Yayasan untuk menjalankan program-program strategis, seperti Pasraman Widya Dharma, demi pembangunan karakter generasi muda di Yogyakarta secara berkelanjutan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *